Thursday, 14 February 2008

Nyaris Seluruh Quick Count PT LSI Tepat

http://www.lsi.co.id/artikel.php?id=783

Nyaris Seluruh Quick Count PT LSI Tepat
Sumber: Tribun Timur, 6 November 2007
15/11/2007 15:58

PERHITUNGAN cepat atau lebih dikenal dengan istilah quick count selalu menjadi hal menarik setiap pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Indonesia. Juga di Pilkada Sulsel. Salah satu lembaga yang selalu intens melakukan quick count adalah PT Lingkaran Survei Indonesia (PT LSI) yang dipimpin Denny JA.

PT LSI mengumumkan hasil quick count empat jam setelah proses pencoblosan di seluruh Sulsel. Hasilnya, pasangan nomor urut tiga, Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin unggul dengan perolehan nilai 40,72 persen. Dua pasangan calon lainnya, Amin Syam-Mansyur Ramly meraih 37,13 persen dan Aziz Qahhar Mudzakkar-Mubyl Handaling 22,15 persen. PT LSI bekerja sama dengan kompasmobile.com dan Tribun Timur untuk quick count ini. Namun seluruh proses quick count mulai dari pemilihan sampel TPS secara random, relawan diterjunkan di masing-masing TPS, pencatatan hasil, pengolahan data, hingga pengumuman hasil quick count dilakukan sepenuhnya oleh pihak PT LSI. Kompasmobile.com dan Tribun Timur hanya menjadi media partner yang memberitakan penghitungan cara cepat tersebut.

Cara Kerja Menurut Direktur Riset PT LSI, Eka Kusmayadi, untuk quick count Pilkada Sulsel, sebanyak 300 tempat pemungutan suara (TPS) dari 23 kabupaten/kota di seluruh Sulsel yang diambil secara acak. Pengambilan sampel dilakukan secara proporsional, artinya, sampel yang diambil didasarkan jumlah calon pemilih yang berdomisili di tempat itu.

Eka menjamin tingkat kesalahan metode ini hanya kurang lebih satu persen. "Quick count ini kami lakukan untuk menghitung secara cepat hasil pilkada berdasarkan perhitungan statistik. Data yang kami punyai ini akan dijadikan sebagai pembanding bagi KPU," kata Eka. PT LSI, yang juga dipakai Syahrul sebagai lembaga survei dan pendampingan di Pilkada Sulsel, mengklaim dalam pengambilan sampel tadi, mereka menggunakan metode multi stage random sampling dan tidak ada sama sekali unsur subjektifnya dalam penentuan sampel ini.

Untuk soal quick count, PT LSI boleh dibilang selalu akurat. Selama lebih dari 20 kali melakukan quick count di pilkada di seluruh Indonesia, nyaris seluruh penghitungannya tepat dengan hasil penghitungan yang dikeluarkan komisi pemilihan umum (KPU). Ambil contoh empat quick count PT LSI pada pilkada di Tanah Air menunjukkan tingkat keakuratan yang cukup tinggi. Tingkat perbedaan paling tinggi hanya satu persen.

Pada Pilkada Kota Cilacap, Jawa Tengah, 9 September 2007, hasil quick count PT LSI memenangkan pasangan Probo Yulastoro-Tata Pamuji dengan poin 51,36 persen. Dua minggu kemudian, KPU setempat mengumumkan kemenangan pasangan ini dengan 51,49 persen.

Hasil yang sama juga terlihat pada quick count Pilkada Kota Cimahi, Jawa Barat, 8 September 2007. Melalui quick count, pasangan Itoc Tochija-Eddy Rachmat unggul 52,04 persen. Hasil penghitungan KPU, pasangan ini memenangkan 51,69 persen.

Pada Pilkada DKI Jakarta, 8 Agustus 2007 silam, quick count PT LSI juga klop dengan hasil penghitungan KPU. Quick count memenangkan pasangan Fauzi Bowo-Prijanto dengan keunggulan 58,52 persen, sementara hasil penghitungan KPU Fauzi-Prijanto unggul 57,87 persen.

Yang menarik, pada Pilkada Provinsi Maluku Utara, Quick count PT LSI memenangkan pasangan Thaib Armayn-Abdul Gani Kasuba dengan 39,59 persen, mengalahkan pasangan pasangan Abdul Ghafur-Abdurrahim Fabanyo (35,29 persen), pasangan Anthony Charles Sunarjo-Amin Drakel (16,04 persen), dan Irvan Eddyson Tombokan-Ati Achmad (9,08 persen).

Hingga sehari setelah pencoblosan, Sabtu (3/11) lalu, Abdul Gafur yang mantan menteri pemuda dan olahraga, itu unggul atas lawan-lawannya. Namun, kemarin, Thaib-Gani mulai menggesernya.

*

Lihat arsip lainnya

No comments: